Selasa, 23 November 2010

mengamati sperma langsung tanpa mikroskop

Beberapa hal yang dapat kita amati secara langsung tanpa mikroskop dari sperma yang dikeluarkan sesaat setelah terjadinya ejakulasi. Pengamatan dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap warna, bau, ada ada tidaknya gel dalam cairan sperma.






Warna sperma yang normal adalah putih keruh (opaque). Warna yang lain menunjukkan terdapatnya hal serius, contohnya warna kuning yang mengarah pada adanya proses infeksi bakteri yang berlangsung di kelenjar prostat (vesikula seminalis). Sedangkan warna merah atau coklat tua menunjukkan adanya sel darah merah yang terdapat secara berlebihan di dalam sperma dengan berbagai kemungkinan, seperti infeksi bakteri yang berlangsung di kelenjar prostat (vesikula seminalis), petunjuk penyakit yang lebih serius (kanker prostat). Namun semuanya itu membutuhkan ketelitian dan evaluasi dari pemeriksaan seperti USG atau pemeriksaan penanda tumor prostat.






Sperma memiliki bau seperti daun akasia. Walaupun ini bersifat sangat subyektif. Perubahan bau sperma menjadi berbau anyir atau amis harus dicurigai. Bau amis atau anyir bisa saja mengarah adanya proses infeksi di saluran reproduksi pria atau kelenjar reproduksi, seperti prostat dan vesikula seminalis.






Komposisi cairan sperma sebenarnya tidak semuanya terdiri dari sel sperma (spermatozoa). 95 hingga 98% air yang berasal dari kelenjar prostat dan vesikula seminalis, sedangkan sisanya adalah spermatozoa dalam bentuk konsentrat yang terbungkus dalam gel-gel atau kristal. Keberadaan gel tersebut bukan merupakan suatu kebetulan. Seminogelin merupakan zat yang dikeluarkan oleh kelenjar vesikula seminalis, salah satu kelenjar reproduksi pria yang berperan penting karena juga memproduksi fruktosa sebagai bahan bakar dari gerakan spermatozoa. Gel-gel tersebut memiliki cara untuk mengalami pencairan atau likuefaksi, karena kelenjar prostat mengeluarkan enzim yang bertugas untuk itu.


0 komentar:

Poskan Komentar