Kamis, 18 November 2010

STRUCT (RECORD)


STRUCT (RECORD)
Apakah Struct ?
Turbo C tidak selalu menyediakan tipe data yang sesuai dengan tipe data yang diinginkan. Contoh kasus yaitu ketika kita ingin membuat suatu program mengolah data mahasiswa dimana data mahasiswa terdiri dari NIM, Nama, NilaiUTS, NilaiUAS, NilaiQuiz, NilaiAkhir dan Index Prestasinya. Turbo C tidak menyediakan tipe data untuk data tersebut. Oleh karena itu maka kita harus membuat suatu tipe data baru yang cocok dengan keperluan kita. Caranya adalah dengan menggunakan perintah struct.
Deklarasi tipe data baru (struct) untuk data mahasiswa dapat dilihat sebagai berikut :
struct TMhs
{
char NIM[11];
char Nama[21];
int NilaiUTS,NilaiUAS,NilaiQuiz;
float NilaiAkhir;
char index;
};
Deklarasi diatas berarti kita telah membuat suatu tipe data yang bernama TMhs dimana setiap data bertipe TMhs mempunyai field NIM, Nama, NilaiUTS, NilaiUAS, NilaiQuiz, NilaiAkhir dan index.
Untuk mendeklarasikan sebuah variable yang bertipe TMhs caranya adalah seperti berikut :
TMhs Mhs1,Mhs2;
Deklarasi tersebut berarti bahwa kita membuat suatu variable bernama Mhs1 dan Mhs2 dimana tiap variable tersebut mempunyai field sesuai dengan TMhs.
Kalau digambarkan, maka struktur Mhs1 dan Mhs2 dapat dilihat seperti berikut :
MHS1 MHS2
NIM NAMA NILAI UTS NILAI UAS NILAI QUIZ NILAI AKHIR INDEX NIM NAMA NILAI UTS NILAI UAS NILAI QUIZ NILAI AKHIR INDEX














Untuk mengisi Nilai UTS dari Mhs1 maka perintahnya adalah :
Mhs1.NilaiUTS=50;
scanf(“%i”,&Mhs1.NilaiUTS);//membaca data dari keyboard
Contoh program yang menggunakan variable yang bertipe bentukan dapat dilihat di halaman berikutnya.
#include #include
#include
struct TMhs
{
char NIM[11];
char Nama[21];
int NilaiUTS,NilaiUAS,NilaiQuiz;
float NilaiAkhir;
char index;
};
main()
{
TMhs mhs1,mhs2; printf(“Pengisian Data”);
printf(“NIM        : “);gets(mhs1.NIM);
printf(“NAMA       : “);gets(mhs1.Nama);
printf(“Nilai QUIZ : “);scanf(“%d”,&mhs1.NilaiQuiz);
printf(“Nilai UTS  : “);scanf(“%d”,&mhs1.NilaiUTS);
printf(“Nilai UTAS : “);scanf(“%d”,&mhs1.NilaiUAS);
mhs1.NilaiAkhir=0.2*mhs1.NilaiQuiz+0.3*mhs1.NilaiUTS+0.5*mhs1.NilaiUAS;
if(mhs1.NilaiAkhir>=80) mhs1.index=’A’;else
if(mhs1.NilaiAkhir>=60) mhs1.index=’B’;else
if(mhs1.NilaiAkhir>=40) mhs1.index=’C’;else
if(mhs1.NilaiAkhir>=20) mhs1.index=’D’;else
if(mhs1.NilaiAkhir>=00) mhs1.index=’E’;
mhs2=mhs1; // mengisikan semua data di mhs1 ke mhs2
printf(“Data yang telah dimasukan :”);
printf(“NIM        : %s\n“,mhs2.NIM);
printf(“NAMA       : %s\n“,mhs2.Nama);
printf(“Nilai QUIZ : %i\n“,mhs2.NilaiQuiz);
printf(“Nilai UTS  : %d\n”,mhs2.NilaiUTS);
printf(“Nilai UTAS : %d\n”,mhs2.NilaiUAS);
printf(“Nilai Akhir: %.2f\n”,mhs2.NilaiAkhir);
printf(“Index      : %c\n”,mhs2.index);
getch();
}
Array Struct
Setiap tipe data dapat dibuat dalam bentuk array. Begitu juga dengan tipe data yang dibuat dengan perintah struct.
Contoh program di bawah ini dapat menjelaskan cara penggunaan array yang bertipe data buatan.
#include #include
#include
#define maks 3
struct TMhs
{
char NIM[9];
char Nama[21];
int NilaiUTS,NilaiUAS,NilaiQuis;
float NilaiAkhir;
char index;
};
main()
{
TMhs mhs[maks]; // array struct
int i;
for(i=0;i
{
printf(“Pengisian Data Mahasiswa Ke-%i\n”,i+1);
printf(“NIM        : “);fflush(stdin);gets(mhs[i].NIM);
printf(“NAMA       : “);fflush(stdin);gets(mhs[i].Nama);
printf(“Nilai QUIZ : “);scanf(“%d”,&mhs[i].NilaiQuis);
printf(“Nilai UTS  : “);scanf(“%d”,&mhs[i].NilaiUTS);
printf(“Nilai UTAS : “);scanf(“%d”,&mhs[i].NilaiUAS);
mhs[i].NilaiAkhir=0.2*mhs[i].NilaiQuis+0.3*mhs[i].NilaiUTS+0.5*mhs[i].NilaiUAS;
if(mhs[i].NilaiAkhir>=80) mhs[i].index=’A';else
if(mhs[i].NilaiAkhir>=60) mhs[i].index=’B';else
if(mhs[i].NilaiAkhir>=40) mhs[i].index=’C';else
if(mhs[i].NilaiAkhir>=20) mhs[i].index=’D';else
if(mhs[i].NilaiAkhir>=0)  mhs[i].index=’E';
};
clrscr();
printf(“Data yang telah dimasukan adalah : \n”);
printf(“———————————————————————-\n”);
printf(“|    NIM     |       NAMA         | QUIS | UTS | UAS |  N A  | INDEX |\n”);
printf(“———————————————————————-\n”);
for(i=0;i
{
printf(“| %-8s | %-20s |  %3i | %3i | %3i | %6.2f |   %c   |\n”,
mhs[i].NIM,mhs[i].Nama,mhs[i].NilaiQuis,mhs[i].NilaiUTS,
mhs[i].NilaiUAS,mhs[i].NilaiAkhir,mhs[i].index);
}
printf(“———————————————————————-\n”);
getch();
return 0;
}
Kalau program tersebut dijalankan maka jalannya program dalam dilihat di bawah ini :
Pengisian Data Mahasiswa Ke-1 NIM        : 10197025
NAMA       : Andri Heryandi
Nilai QUIZ : 70
Nilai UTS  : 80
Nilai UTAS : 90
Pengisian Data Mahasiswa Ke-2
NIM        : 10197024
NAMA       : Hery Dwi Yulianto
Nilai QUIZ : 12
Nilai UTS  : 56
Nilai UTAS : 90
Pengisian Data Mahasiswa Ke-3
NIM        : 10197001
NAMA       : Irmayanti
Nilai QUIZ : 80
Nilai UTS  : 90
Nilai UTAS : 100

Data yang telah dimasukan adalah :
———————————————————————–
|   NIM    |        NAMA          | QUIS | UTS | UAS |   N A  | INDEX |
————————————————————————-
| 10197025 | Andri Heryandi       |   70 |  80 |  90 |  83.00 |   A   |
| 10197024 | Hery Dwi Yulianto    |   12 |  56 |  90 |  64.20 |   B   |
| 10197001 | Irmayanti            |   80 |  90 | 100 |  93.00 |   A   |
———————————————————————–

0 komentar:

Poskan Komentar